Search

Sabtu, 27 Februari 2010

Sistem Organ


Sistem Organ.

Tubuh Manusia tersusun atas sistem organ. Setiap organ merupakan komponen yang tidak terpisahkan dalam tuuh manusia. Menurut Brum, et al.(1994 : 455-457), manusia memiliki sembilan organ. Sistem organ manusia terdiri atas : a) sistem rangka, b) sistem saraf, c) sistem otot, d) sistem eksresi(urinaria), e) sistem pencernaan, f) sistem endokrin, g) sistem pernapasan, h) sistem peredaran darah, i) sistem reproduksi.

(Gambar sembilan sistem organ manusia)

1. Sistem Rangka (skeleton)

Skeleton pada manusia dibedakan menjadi skeleton aksial dan skeleton apendikular. Skeleton aksial meliputi tulang tengkorak(kranium), tulang vertebrata (kolumna vertebralis), tulang dada(sternum), tulang rusuk(kostae). Adapun skeleton apendikular meliputi ekstrimitas atas dan ekstrimitas bawah.
Sistem rangka memiliki berbagai fungsi. Fungsi sistem rangka adalah memberikan bentuk pada tubuh sebagai alat gerak, melindungi bagian-bagian tubuh yang lunak, sebagai tempat melekatkan otot-otot, dan tempat sebagai berbagai mineral.

2. Sistem Otot

Sistem otot tersusun atas otot-otot yang dibedakan menjadi otot rangka, otot polos, dan otot jantung. Otot rangka merupakan alat gerak aktif karena mampu menggerakkan tulang. Otot polos terdapat pada organ-organ tertentu, seperti usus dan lambung. Otot jantung (miokardium) hanya terdapat pada jantung. Sistem otot berfungsi menentukan postur tubuh, menyimpan glikogen, dan sebagai alat gerak.

3. Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat meliputi otak besar (serebrum), batang otak (medula oblongata), otak kecil (serebelum), dan sum-sum tulang belakang (medula spinalis).
Sistem saraf tepi terdiri atas 12 pasang saraf otak dan 31 pasang saraf punggung. Sistem saraf tepi berhubungan dengan saraf indera, seperti mata, telinga, dan kulit. Sistem saraf berfungsi menerima dan merespons rangsangan dari lingkungannya.

4. Sistem Hormon

Dalam tubuh, terdapat beberapa organ yang menghasilkan hormon, seperti kelenjar hipofisis, kelenjar gondok (glandula thyroid), kelenjar anak ginjal (glandula suprarenalis), pankreas, testis, dan ovarium. Dinding lambung dan dinding usus halus juga menghasilkan hormon yang berfungsi merangsang pengeluaran enzim.

5. Sistem Peredaran Darah (Sistem Transportasi)

Sistem peredaran darah disebut juga sistem transportasi. Sistem Transportasi atau sistem peredaran darah tersusun atas jantung (cor), darah, arteri, vena, pembuluh limfa, dan kelenjar limfa, serta cairan limfa atau cairan getah bening. Sistem peredaran darah berfungsi mengedarkan makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

6. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi wanita terdiri atas indung telur (ovarium), oviduk (tuba Falopii), rahim (uterus), dan vagina. Sistem reproduksi pria terdiri atas testis, vas deferens, duktus (saluran) epiddidimis, kelenjar prostat, dan uretra. Sistem reproduksi berfungsi dalam perkembangbiakkan.

7. Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan tubuh manusia terdiri atas hidung, paru-paru (pulmonum), trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Sistem pernapasan berfungsi dalam proses pembakaran (oksidasi) dalam sel untuk membentuk energi. Selai itu, sistem pernapasan juga berguna pada proses CO2 dengan O2 dalam darah.

8. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan berfungsi mencerna makanan dan menyerap zat-zat makanan. Sistem pencernaan terdiri atas rongga mulut, saluran pencernaan, dan kelenjar pencernaan.
- Di dalam rongga mulut (cavum oris) terdapat gigi (dentis), lidah (lingua), dan (glandula salivari).
- Saluran pencernaan terdiri atas kerongkongan (oesofagus), lambung (ventriculus), usus halus (intestinum tenue), usus besar (intestinum crassum), rektum, dan anus.
- Kelenjar pencernaan, hati (hepar), dan pankreas.

9. Sistem Eksresi

Sistem Eksresi pada tubuh manusia terdiri atas organ-organ yang terlibat pada proses pengeluaran urine dan keringat. Organ-organ tersebut meliputi kulit, paru-paru, ginjal, dan hati. Pembentukan urine terjadi pada ginjal yang di dalamnya terdapat berjuta-juta nefron yang berhubungan dengan saluran kemih (ureter), kandung kemih (vesika urinaria), dan uretra. Sistem eksresi lainnya terdapat pada kulit. Pada kulit bagian dermis, terdapat pada kulit. Bagian dermis, terdapat kelenjar keringat yang berfungsi mengeluarkan sekret berupa keringat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar